Headlines News :
Home » , » Kelas X Aspek Al-Qur'an 1: Ayat Al-Qur'an Tentang Kontrol Diri, Prasangka Baik, dan Persaudaraan

Kelas X Aspek Al-Qur'an 1: Ayat Al-Qur'an Tentang Kontrol Diri, Prasangka Baik, dan Persaudaraan

Written By Kang Masroer on Selasa, 13 Agustus 2013 | 01.42

KompetensiDasar   :
      2.3 Menunjukkan perilaku kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan persaudaraan (ukhuwah) sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al-Anfal (8): 72; Q.S. Al-Hujurat (49): 12 dan 10 serta hadits yang terkait

      3.1 Menganalisis Q.S. Al-Anfal (8) : 72); Q.S. Al-Hujurat (49) : 12; dan QS Al-Hujurat (49) : 10; serta hadits tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan persaudaraan (ukhuwah)

4.1 Membaca Q.S. Al-Anfal (8) : 72); Q.S. Al-Hujurat (49) : 12; dan Q.S. Al-Hujurat (49) : 10, sesuai dengan kaidah tajwid dan makhrajul huruf.

4.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Anfal (8) : 72); Q.S. Al-Hujurat (49) : 12; QS Al-Hujurat (49) : 10 dengan lancar.
Bacalah ayat-ayat berikut dengan tartil dan renungkanlah maknanya serta perhatikan adab dan sopan santun membaca Al Qur’an.
QS. Al Anfal (8): 72
إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَوَوْا وَنَصَرُوا أُولَئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَلَمْ يُهَاجِرُوا مَا لَكُمْ مِنْ وَلَايَتِهِمْ مِنْ شَيْءٍ حَتَّى يُهَاجِرُوا وَإِنِ اسْتَنْصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ إِلَّا عَلَى قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (72)
QS. Al Hujurat (49):12
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ (12)
QS. Al Hujurat (49):10
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (10)
QS. Al Anfal (8): 72 
Terjemahan Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Kandungan QS. Al Anfal (8): 72
Pada ayat ini disebutkan tiga golongan antara lain : Golongan Muhajirin, Golongan Anshor  dan golongan kaum muslimin yang tidak berhijrah ke  Madinah.
Golongan pertama ialah yang memperoleh derajat tertinggi dan mulia di sisi Allah yaitu kaum Muhajirin yang pertama-tama berhijrah bersama Nabi Muhammad saw. ke Madinah dan orang-orang yang menyusul berhijrah kemudian yaitu berhijrah sebelum terjadinya perang Badar. Semua kekerasan dan kekejaman yang ditimpakan kepada kaum Muhajirin ini disambut dengan sabar dan tabah dan tidak dapat menggoyahkan keimanan mereka sedikit pun. Mereka tetap bertahan dan berjuang membela agama yang hak dan bersedia berkorban dengan harta dan jiwa, bahkan mereka bersedia meninggalkan kampung halaman, anak, istri dan harta benda mereka. Oleh sebab itu mereka diberi sebutan oleh Allah dengan keistimewaan, pertama "beriman", kedua "berhijrah", ketiga "berjuang dengan harta dan benda di jalan Allah".
Golongan kedua ialah: "Kaum Ansar" di Madinah yang memeluk agama Islam, beriman kepada Nabi saw. dan mereka berjanji kepada Nabi dan kaum Muhajirin akan sama-sama berjuang di jalan Allah, bersedia menanggung segala resiko dan duka perjuangan, untuk itu mereka siap berkorban dengan harta dan jiwa. Nabi Muhammad saw. menanamkan rasa ukhuwah Islamiah antara kedua golongan ini sehingga kaum Ansar memandang kaum Muhajirin sebagai saudara keturunannya, masing-masing golongan dapat mewarisi. Karena itu Allah memberikan dua sebutan kepada mereka, pertama "memberi tempat kediaman" dan kedua "penolong dan pembantu" dalam hal ini pula mereka dinamai "kaum Ansar". Seakan-akan kedua golongan ini karena akrabnya hubungan telah menjadi satu, sehingga tidak ada lagi perbedaan hak dan kewajiban di antara mereka. Karena itu Allah telah menetapkan bahwa hubungan antara sesama mereka adalah hubungan karib kerabat, hubungan setia kawan, masing-masing merasa berkewajiban membantu dan menolong satu sama lainnya bila ditimpa suatu bahaya atau malapetaka. Mereka saling tolong-menolong, saling nasihat-menasihati dan tidak akan membiarkan orang lain mengurus urusan mereka, hanya dari kalangan merekalah diangkat pemimpin bilamana mereka membutuhkan pemimpin yang akan menanggulangi urusan mereka.
Golongan ketiga ialah: golongan kaum Muslimin yang tidak berhijrah ke Madinah. Mereka tetap saja tinggal di negeri yang dikuasai oleh kaum musyrikin seperti orang mukmin yang berada di Mekah dan beberapa tempat di sekitar kota Madinah. Mereka tidak dapat disamakan dengan kedua golongan Muhajirin dan Ansar karena mereka tidak berada dikalangan masyarakat Islam, tetapi berada di kalangan masyarakat musyrikin. Maka hubungan antara mereka dengan kaum Muslimin di Madinah tidak disamakan dengan hubungan antara mukmin Muhajirin dan Ansar dalam masyarakat Islam. Kalau hubungan antara sesama mukmin di Madinah sangat erat sekali bahkan sudah sampai kepada tingkat hubungan karib kerabat dan keturunan, maka hubungan dengan yang ketiga ini hanya diikat dengan keimanan saja. Demikianlah hubungan antara dua golongan pertama dengan golongan ketiga ini, yang harus diperhatikan dan diamalkan dan mereka harus bertindak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan Allah. Allah selalu melihat dan mengetahui apa yang dilakukan oleh hamba-Nya.

QS. Al Hujurat (49):12
Terjemahan Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Kandungan QS. Al Hujurat (49): 12
1.    Menggambarkanbetapaburuknyamenggunjing
2.    Ayatinimencerminkanapa yang padahakekatnyatidakdisenangi
3.    Ayatinijugamempertanyakankepadasetiap orang “sukakahsalahseorangdiantarakamumemakandagingsaudaranyasendiri
4.    Ayatinijugamenegaskanbahwasaudaraitudalamkeadaanmatiyaknitidakbisamembeladiri
Allah swt.Melaranghamba-hambanya yang berimanberprasangkaburukpadakeluarganyadanterhadap orang lain. karenasebagianprasangkaitumerupakanperbuatan yang mengakibatkandosadanjanganlahkamumencari – carikesalahan orang lain Allohmemperumpamakan orang yang menggungjingselainsaudaranya yang mukminseperti orang yang memakandagingsaudaranya yang mati. Tentutakseoorangpundiantarakamusukaberbuatdemikianmakabertaqwalahkamukepada Allah sesungguhnyaIamenerimataubatlagipenyayang.
Diriwayatkanolehmalikdari Abu Hurairah RA, bahwarasulullah SAW bersabda
اياكم والظن فان الظن الحديث ولا تجسسوا ولا نتافسوا ولاتحاسدوا ولا تباعضوا ولا تدابروا وكونوا عبادالله اخونا( متفق عليه )
Artinya:
Jauhilahprasangkakarenaprasangkaituadalahcerita yang paling dusta, danjanganlahkamusalingmemaki, salingmencarikesalahan, salingmembanggakan, salingberiri,salingmembenci, danjadilahkamuhamba – hamba Allah yang bersaudara .

QS. Al Hujurat (49):10
Terjemahan Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Kandungan QS. Al Hujurat (49): 10
Sesungguhnya orang-orang mukmin yang mantap imannya serta dihimpun oleh keimanan, kendati tidak seketurunan adalah bagaikan bersaudara seketurunan, dengan demikian mereka memiliki keterikatan bersama dalam iman dan juga keterikatan bagaikan seketurunan; karena itu wahai orang-orang beriman yang tidak terlibat langsung dalam pertikaian antar kelompok-kelompok damaikanlah walau pertikaian itu hanya terjadi antara kedua saudara kamu apalagi jika jumlah yang bertikai lebih dari dua orang dan bertakwalah kepada Allah yakni jagalah diri kamu agar tidak ditimpa bencana, baik akibat pertikaian itu maupun selainnya supaya kamu mendapat rahmat antara lainrahmatpersatuan dan kesatuan.
Kata (إنما) digunakan untuk membatasi sesuatu. Di sini kaum beriman dibatasi hakikat hubungan mereka dengan persaudaraan. Seakan-akan tidak ada jalinan hubungan antar mereka kecuali persaudaraan itu.
Kata (إخواة) adalah bentuk jamak dari kata (أخ), yang dalam kamus-kamus bahasa sering kali diterjemahkan saudara atau sahabat. Kata ini pada mulanya berarti yang sama. Persamaan dalam garis keturunan mengakibatkan persaudaraan, demikian juga persamaan dalam sifat atau bentuk apapun. Ada juga persaudaraan karena persamaan kemakhlukan, seperti Nabi Muhammad saw. menamakan jin adalah saudara-saudara manusia.
Ayat di atas mengisyaratkan dengan sangat jelas bahwa persatuan dan kesatuan, serta hubungan harmonis antar anggota masyarakat kecil atau besar, akan melahirkan limpahan rahmat bagi mereka semua. Sebaliknya, perpecahan dan keretakan hubungan mengundang lahirnya bencana buat mereka, yang pada puncaknya dapat melahirkan pertumpahan darah dan perang saudara sebagaimana dipahami dari kata qital yang puncaknya adalah peperangan.

KEGIATAN SISWA
v  Coba sebutkangolongan yang dimaksud dalam QS. Al-Anfal (8): 72
v  Coba identifikasi fungsi kontrol diri, berprasangka dan persaudaraan?
v  Coba renungkanperintah-perintahAllah SWT yang sudahdapatkamukerjakan

RangkumanMateriAlquran
QS. Al Anfal (8): 72); QS. Al Hujurat (49):12; dan QS Al Hujurat (49):10
1.      QS. Al Anfal (8): 72
Tiga golongan dalam umat islam antara lain : Golongan Muhajirin, Golongan Anshor  dan golongan kaum muslimin yang tidak berhijrah ke  Madinah.
2.      QS. Al Hujurat (49):12
Allah SWT. Melarang hamba-hambanya yang beriman berprasangka buruk pada keluarganya dan terhadap orang lain. karena sebagian prasangka itu merupakan perbuatan yang mengakibatkan dosa dan janganlah kamu mencari – cari kesalahan orang lain Allah memperumpamakan orang yang menggungjing selain saudaranya yang mukmin seperti orang yang memakan daging saudaranya yang mati.
3.      QS Al Hujurat (49):10

Persatuan dan kesatuan, serta hubungan harmonis antar anggota masyarakat kecil atau besar, akan melahirkan limpahan rahmat bagi mereka semua. Sebaliknya, perpecahan dan keretakan hubungan mengundang lahirnya bencana buat mereka, yang pada puncaknya dapat melahirkan pertumpahan darah dan perang saudara sebagaimana dipahami dari kata qital yang puncaknya adalah peperangan.
Share this article :

Ditulis Oleh : Kang Masroer ~ GPAI Smapram Klaten

Anda sedang membaca artikel tentang Kelas X Aspek Al-Qur'an 1: Ayat Al-Qur'an Tentang Kontrol Diri, Prasangka Baik, dan Persaudaraan. Hak cipta milik Allah semata, Anda bebas membagikan artikel ini; dengan menyertakan sumbernya ataupun tidak. Jika ingin menyertakan sumbernya, kami sediakan link untuk di-copy paste sebagaimana di bawah ini:

:: Kang Masroer ::

Silakan tinggalkan jejak Anda di sini. Untuk yang tidak punya akun google, silahkan pilih Name/URL atau Anonymous; atau dengan akun facebook Anda. Terimakasih.

6 Comments
Tweets
Comments
  1. Assalamualaikum...
    maaf pak,sy mau tanya,bapak menggunakan silabus yg mana dalam membuat materi tulisan diatas.
    sy download silabus kurikulum 2013 materinya sm dgn diatas,hanya sj SK-KD tdk sm dgn silabus dr pemerintah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikum salam...
      Ini hasil workshop kurikulum 2013, setelah saya cek ternyata memang tidak sama dengan yang dari pemerintah, sekolah kami sendiri belum menerapkan kurikulum baru. Makasih koreksinya, namun sekarang sudah diperbaiki. Silakan dicek kembali,

      Hapus
    2. Alhamdulillah sudah diperbaiki.
      ngomong ngomong RPP PAI kelas X nya sudah jadi pak?
      mohon diposting pak...
      syukur2 berkenan kirim ke email sy.hehe
      dennisharuna@yahoo.com

      Hapus
    3. RPP nya saya belum sempat buat pak, karena sekolah kami masih dengan kurikulum KTSP, namun insyaallaah nanti kalau ada kesempatan kami akan menyusunnya. Nuwun.

      Hapus
  2. Assalamualaikum...
    maaf pak,sy mau tanya,bapak menggunakan silabus yg mana dalam membuat materi tulisan diatas.
    sy download silabus kurikulum 2013 materinya sm dgn diatas,hanya sj SK-KD tdk sm dgn silabus dr pemerintah.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus

Arsip Blog

Anda Pengunjung Ke

 
Support :
Powered by Blogger
Copyright © 2011. PAI SMAN 1 Prambanan Klaten - All Rights Reserved
Design by Kang Masroer. Hak cipta milik Allah semata.